Hubungan di bangkit atas dasar saling menyayangi. Tapi masih banyak diantara kaum muda yang menganggap rasa sayang sanggup di tunjukan melalui perilaku posesif. Mungkin bila perhatian tidak terlalu berlebih ke kamu, itu merupakan hal yang wajar, tetapi bila ia selalu memperhatikanmu mulai dari cara bergaulmu dengan teman-temanmu, kau ingin pergi kemana ia harus tau, tidak sanggup menghubungi pun tetap harus ada kabar, hingga cara berpakaianmu sangat diperhatikan oleh dia. Berhati-hatilah alasannya sikap-sikap tersebut telah mengambarkan bahwa ia ialah tipe orang yang posesif.

Jika kau tidak ingin pasanganmu terus bersikap seolah kau hanya milik dia, maka kau harus tahu beberapa ciri pasangan yang posesif berikut ini

1. Menghubungimu Setiap Waktu

Ketika si ia menghubungimu niscaya kau senang alasannya itu tanda ia perhatian denganmu. Tetapi ketika ia terus menghubungimu walau kau sedang bersama  teman-temanmu atau sedang berkumpul bersama keluarga, apakah itu termasuk tanda perhatian? Ingat bila setiap orang mempunyai ketika dimana ia hanya ingin bersama teman-temannya, hanya ingin bersama keluarganya atau hanya ingin menyendiri di kamar sekalipun.

2. Sering Mengajak Untuk Bertemu

Menghabiskan waktu bersama pasangan memang suatu moment yang indah dan menyenangkan. Tetapi ketika intensitas bertemu menjadi terlalu sering sehingga ketika kau tidak ada di sampingnya, ia akan bertanya ‘kamu dimana?’. Jika kau sedang dalam keadaan tidak ingin bertemu, maka sampaikan pada ia sejujurnya. Jika ia masih bersikukuh ingin bertemu, maka tanyalah pada dia, apakah ia tidak punya sahabat atau punya motif lain? Banyak bertemu pun ada kalanya menjadikan kita bosan melihat si dia. Apalagi ketika dimana kita hanya ingin menyendiri menikmati hidup, ia mengganggumu dengan mengajak bertemu dengan alasan sepele. Sungguh menjengkelkan bukan?

3. Memulai Permasalahan

Permasalahan memang sanggup timbul setiap ketika ketika kau bersama dia. Tetapi perlu di ingat apa penyebab problem itu muncul dan kenapa sanggup muncul. Jika si ia yang sering memulai untuk berdebat kemudian bertengkar, maka ia ialah tipe pasangan yang posesif. Kamu perlu berhati-hati dengan perilaku ia yang satu ini, alasannya setiap orang menginginkan kedamaian hati dalam suatu hubungan, ketika hubunganmu bagaikan api yang selalu membara, akankah kau sanggup bertahan mencicipi panasnya? Tentu setiap orang yang normal tidak akan tahan dengan perilaku ini.

4. Memberikan Peringatan atau Ancaman

Setiap orang mempunyai kesibukan masing-masing. Baik itu menyibukan diri dengan pekerjaannya atau dengan hobinya. Pasangan yang sampaumur ialah ketika si ia membebaskanmu melaksanakan hal yang sanggup membuatmu bahagia. Jika suatu ketika ketika kau di berikan pertanyaan ’Kamu lebih menentukan hobimu atau saya sebagai pasanganmu?!’ itu sudah bukti bahwa ia ialah tipe orang posesif, bahkan sanggup di bilang posesif akut.

5. Selalu Ingin Tahu Teman Lawan Jenismu

Ini merupakan hal klasik yang selalu ditanyakan pasanganmu. ‘Temanmu pemuda apa cewek?’ ‘Udah berteman mulai kapan?’ ‘Kamu sedekat apa sama dia?’ ‘Dia juga udah punya pacar???’ Awas! Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan tanda bahwa pasanganmu mendekati ke area posesifnya. Kebebasan berteman dengan siapapun merupakan hal pokok yang di inginkan oleh setiap pasangan dimanapun itu. Ketika banyak pertanyaan muncul dari pasanganmu ketika kau mempunyai sahabat lawan jenis, okelah masih sanggup kau terima ketika pertanyaan itu sekedar namanya siapa atau berteman mulai dari kapan, tetapi ketika pertanyaan itu hanya seputar temanmu dan hubungan kehidupannya dengan kehidupanmu, maka kau harus menandai ia sebagai pasangan yang posesif!

6. Mengira Bahwa Kamu juga Suka Apa yang Dia Suka

Seorang yang posesif tidak akan ambil pusing ketika kau tidak suka dengan apa yang ia suka. Bukan berarti ia egois, tetapi ia akan menduga kau pun juga akan menyukainya. Padahal setiap orang mempunyai rasa suka yang berbeda, jangankan antara pria dan perempuan, antar sesama jenis saja apa yang di suka sanggup berbeda 360 derajat.

7. Mengikutimu Kemanapun

Mungkin ini ibarat bodyguard atau lebih parahnya lagi ajun (pembantu). Jika kau tidak terganggu hal ini menjadi tidak masalah. Tetapi niscaya setiap orang tidak nyaman bila diikuti kemanapun ia pergi.
Ketika kau ingin berkumpul bersama temanmu, kau bertanya padanya apakah ia mau di ajak kumpul bersama temanmu juga. Pertanyaan itu memang gampang ketika di ucapkan, tetapi coba rasakan dalam benakmu bila kau berkumpul dengan temanmu yang tidak membawa pasangannya, kemudian kau ikut bergabung dengan mereka sedangkan kau membawa si dia. Apakah kau tidak risih bila ia merasa tidak nyaman dan berusaha memalingkan perhatianmu kepada teman-temanmu?

8. Tidak Bisa Menerima Saran Orang Lain

Bila ada seseorang yang mengritik ia wacana perilaku posesifnya, maka ia akan menolak mentah-mentah bahwa sikapnya bukanlah perilaku posesif melainkan bentuk perhatian. Jika si ia berfikir ibarat itu tanpa ada pedoman sedikitpun mengenai kesalahannya, maka ingatlah, di luar sana masih banyak orang yang mau menerimamu dengan segala kesibukan dalam kehidupanmu.